Islam………….!

Ketika kita memilih nya seagai tempat bernaung keberadaan alam rukhani kita,
Apa motifasi kita? Ada beberapa pertimbangan yang membuat kita memilihnya sebagai acuan pemahaman tentang kondisi kejiwaan kita:
Kesadaran penuh tentang keberadaan kita sebagai mungkinal wujud, telah membawa kita pada suatu pencarian siapakah sang wajibal wujud.

Adam A.S mendapatkan bimbingan langsung dari ALLAH S.W.T untuk membimbing anak-anak nya dan kaum nya untuk memahami adanya pemahaman tubuh jasmani dan tubuh rukhaniyah ( jasad dan jiwa ). Dimana sang jiwa pun perlu mendapatkan porsi khusus dalam perawatannya, karena sang jiwa lah sumber dari segala langkah menuju kehidupan jasmaniyah.:
- Apa yang di lihat dengan indra penglihatan ( mata ) di tangkap dalam pikiran, dan di angan-angankan untuk di wujudkan menjadi sesuatu hal.
- Proses imajinasi itulah yang akhirnya membedakan antara insting dan akal.
- Insting di miliki semua makhluk hidup tanpa kecuali.
- Tetapi akal hanya dimiliki makhluk yang namanya manusia saja, sepandai apapun tingkat intelejensi binatang pastilah dia takkan mampu berbicara. Atau mengubah suatu ide gagasan menjadi kalimat.
Itulah yang membuat perlunya pengenalan alam batiniyah. Yang dapat dicari melalui pembelajaran khusus yang disebut agama.
Setelah terdapat suatu kepentingan tentang alam batiniah atau alam rukhaniyah, yang berorientasi pada peradapan dan moral maka ALLAH S.W.T memerintahkan kepada hambanya yang bernama syist, diberikannya Syist 50 kitab sebagai acuan dasar penataan jiwa yang memang sangat abstrak, untuk menghindari benturan antar manusia dengan mengacu pada perasaan. Maka setelah diberikan wahyu terkumpul dalam 50 sukhuf maka menjadilah ia seorang nabi.
Nabiyullah Syist A.S mempunyai anak yang bernama Anwasy, Anwasy mempunyai anak Qinan, Qinan mempunyai anak Mahlail, Mahlail mempunyai anak Yarid, Yarid mempunyai 2 orang anak Khounuh dan Akhnuh,
Putra Yarid yang bernama khounuh mampu mempelajari kitab kakek buyutnya sejumlah 50 sukhuf. Dan kemudian dia diberi gelar Idris (ahli taddaruus) kemudian ALLAH S.W.T memberikan nya 30 sukhuf dan di angkat menjadi nabi pada kaum Sobi’in. Setelah nabi Idris di angkat oleh ALLAH S.0W.T dakwahnya dilanjutkan oleh adiknya yaitu Akhnuh, tetapi Akhnuh tidak di berikan kitab.
Akhnuh mempunyai anak bernama Lamaki, dari lamaki maka lahirlah Nabi Nuh A.S.

Nabi Nuh A.S memimpin bani rosyibin.tetapi tidak di berikan kitab Nabi Nuh menggunakan kitab yang telah turun sebelumnya. Nabiyullah Nuh AS, mempunyai anak diantaranya benama syam, dan Nabiyullah Ibrohim adalah keturunan Syam yang lahir di Babilonia. Nabi Ibrohim di berikan kitab sebanyak 10 sukhuf. Tapi sepeninggal Nabi Ibrihim kitabnya banyak yang di rubah oleh pera pendeta majusi, sehingga kitab Ibrohim di tarik oleh allah kembali. Dengan arti sukhuf Ibrahim yang asli sudah hilang karena perubahan-perubahan para pendeta majusi.
Babilonia adalah bangsa Syiria yang akhirnya bermigrasi secara berbondong-bondong ke India. Dan secara perlahan perlahan bangsa India terevolusi dengan kebudayaan orang-orang syiria. Maka pada masa 200 tahun sebelum masehi Resi Wiyoso menulis kitab Weda dan kitab Maha barata yang tersusun menjadi 90.000 bait. Dan inti kitab Maha barata adalah Bagawat Gita yang terdiri dari 700 syair atau seloka.
Kemudian 400 tahun berselang yaitu 200 tahun sesudah masehi resi walmiki menulis kitab yang berjudul Rama yana terdiri dari 7 jilid.

Menurut kitab milal wan-nihal : MINANNAASI MAN YADHUNU ANNAHUM SAMMU BRAHMA LI-INTISABIHIM ILAA IBROHIIM
Artinya: dan manusia mempunyai pendapat sesungguhnya dirinya( orang-orang beragama hindu ) mengatakan agama Brahma karena di munasabahkan pada Nabi Ibrohim.
Nabi Ibrohim mempunyai 3 orang anak:
Nabi Ismail A.S
Nabi Iskhak A.S
Madyan.
Kemudian dari Nabi Ismail kebawah menurunkan Muhammad S.A.W
Nabi Iskhak kebawah menirunkan: 1. Aisyu
2. Ya’kub A.S
Dari madyan menurunkan Nabi Syuaib A.S.
dan Aisyu menurunkan : Nabi Dzul kifli
al kisah dari beberapa pendapat mengatakan bahwa dzul kifli adalah sebuah gelar atau julukan, karna dzul berarti mempunyai, kifli adalah kafila wastu, dan kafila wastu adalah suatu daerah di India, yang rajanya bernama Sudodono. Raja Sudodono mempunyai anak laki-laki yang bernama Sidarta Gautama, ia meninggalkan kemewahan kerajaan untuk menemukan kebahagiaan batiniah.

Dalam kitab tafsir yang bernama al qosimi” atau tafsir mahasimut takwil jilid 10 halaman 195 – 196, disitu menerangkan surat at-tien sebagai berikut:
“WATTIINI YA’NI SYAJAROTUN BUUDAAMUASSASATUDDIYAANATIL BUUDIYYAH” artinya: perhatikanlah pohon tien, yakni kayu budha/kayu budi yang menjadi dasar agama budha,
Dan diterangkan lagi: “ ALMUKHAQQIQ TAFSIIRU LIHADZIHIL AAYATINA KAANA NABIYAN SHOODIQON WAYUSAMMASYAQIYAMUNI WAKAANA FIIAMRIHI YA’WII ILAASYAJAROTIN ‘ADDHIIMATIN WANUZILA ‘ALAIHIL WAHYU WA-ARSALAHULLOOHU ROSUULAN.
Artinya: yang benar mengenai tafsir ayat ini ( ayat watiini ) ialah sebenarnya sidarta Gautama itu adalah seorang nabi yang benar, dan ia dikatakan namanya syakiyamuni. Dan awal persoalannya shidarta Gautama itu berlindung dibawah syajaroh thien yang agung dan di turunkannya kapadanya wahyu dan mengutus Allah kepadnya untuk menjadi rosul.

(*tafsir qosimi adalah kitab tafsir yang jumlahnya 10 jilid, dan kitab inilah yang dijadikan rujukan kitab tafsir Indonesia yang di terbitkan departemen agama R.I . karna kitab tafsir al qosimi yang dianggap paling intelek. Kitab tafsir karya jamaludin qosim *)
Adapun Nabi ya’ kub A.S menurunkan beberapa anak di antaranya:

1. Yahuda ( menjadi yahudi )
2. Lewi.

Dari yahuda menurunka Nabi Musa A.S. Yang medapatkan kitab sukhuf dan kitab taurot.
Dari lewi menurunkan maryam yang melahirkan Nabi Isa A.S. yang mendapatkan kitab injil.
Sementara Rosululloh Muhammad yang keturunan Nabi Ibrohim dari Nabi ismail
Nabi Muhammad mendapatkan al qur ‘an, sebagai penyampurna sukhuf dan kitab-kitab terdahulu.
Nabi Syist A.S 50 kitab
Nabi Idris A.S 30 kitab
Nabi Ibrohim A.S 10 kitab
Nabi Musa A.S 20 kitab
Nabi Musa A.S Taurot
Nabi Dawud A.S Zabur
Nabi Isa A.S Injil
Nabi Mukhammad S.A.W AL-qur’an
Kesemuanya kitab yang diturunkan ALLAH berjumlah 114 kitab, apa yang di terima Nabi Mukhammad adalah 114 surat yang mewakili sejumlah kitab yang turun sebelum nya dan sebagai penyempurna.

Mengapa diadakan penyempurnaan oleh Allah sebab kitab-kitab sebelumnya telah terkontaminasi oleh faham-faham tertentu yang menuju kepada kesyirikan, adapun Islam yang kitab bakunya masih utuh tetapi cara penafsirnyapun banyak terkontaminasi oleh : kekuasaan, politik, jabatan, budaya dan ekonomi.
Lantas penahkah kita berpikir untuk etika bertuhan dengan benar?
Akan kah kita bertuhan pada Allah hanya karna mengharap surga, sementara surga pun akan sirna beserta makhluk-makhluk lainnya.
Ataukah kita takut akan adanya api neraka, dan siksa Allah ketika kita mungkar akan mendapatkan penyiksaan yang berat dan menyakitkan? Sungguh suatu pemikiran yang sempit seandainya kita mengkondisikan bahwa Allah adalah dektor tanpa ampun, yang tanpa kasih sayang. Penuh keterpaksaan sebab jika tak patuh kita akan di hajarnya habis-habis sungguh suatu tuduhan yang sangat melecehkan rohman rokhimnya Allah, pencemaran terhadap maha pengampunnya Allah.
Tanyakanlah pada hatimu yang paling dalam yang kau butuhkan sebuah kasih sayang ataukah siksaan yang kejam? Tetapi pengampunan Allah lebih besar dari apa yang kita duga. Kebenaran yang menentukan Allah bersama al ghofurnya. Bukan kekejamanya. Tapi yakinlah bahwa Allah menyayangi kita sebesar apapun kekufuran kita.

Kita memilih islam karena islam paling dekat kepada kita tentang turunnya kitab. Meski penafsiranya banyak terkontaminasi kepentingan penafsir, akan tetapi kitab induknya masih jelas dan ada, mesti berdebat sesama ahli ikhbat yang tak pernah ketemu jalan keluarnya karena mereka sama-sama bodohnya.
Sangat minimnya keilmuan kita di banding kalam ilahiyah, kalam lughot, kalam maknawi, ataupun kalam batin sungguh suatu keterbatasan kita sehingga kita saling berargumentasi yang menuju taksilul khasil.

Wahai sang wasilatul a’dzom bimbing aku sehingga aku dapat mengikuti jalanmu ketika engkau bisa mendapatkan tahta kekasih Allah.
Wahai jibril, mikail, izroil, isrofil bawalah aku menghadap kepada ismul ‘adzom.
Yaa Allah bawa aku ke haribaanmu tahta sugi ketuhanan alam lahudmu.
Semoga Allah mengampuni kita…..!
Salam manis
cak ….im

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

dewi mengatakan...

agama adlh sarana untk mengenal tuhan itu keterangngan d awal..jd kt memilih islam krn klo kt memilih berdasarkan nabi2 dan rosul sebelum muhammad ya kejauhan apalagi kitab yg murni sudah tdk ada,nabi muhammad aja kt g ketemu...jd untuk mengenal tuhan menjadi lebih sulit....biar cpt gmn y...?

Poskan Komentar