syekh siti jenar

Muqodimah

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

“Atas berkat rohmat allah yang maha kuasa,” “sukur alkhamdu lillah ter untuk wasilah agung Muhammad saw.” Terima kasih tak terhingga pada guru terkasih saya, semua sahabat yang mendukung saya, tak lupa untuk istri tercinta saya, ananda Alif yang merelakan sebagian waktu demi membantu saya. Tanpa kesadaran mereka tak mampu kiranya saya menulis karya ini.

Kepada syeh pembimng saya ! yang sekaligus imam muttaqin saya, salam homat saya dan salam tabaal huda, dan sekiranya syeh sempat membaca karya saya , saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya yang telah berani memaparkan kalimat-kalimat yang saya sendiri yakin jika saya tak ada kemampuan untuk menerangkan lautan ilmu Allah yang maha luas ini.

Keberanian saya menulis hanyalah sebuah ketidak mampuan, seorang pencari kebenaran yang butuh untuk di luruskan. Meski beberapa literature yang ada sebagai penunjang mungkin masih juga menjadikan beberapa pertanyaan, baik saya pribadi ataupun mewakili ketidak mampuan para sahabat. Tetapi saya yakin dengan keberanian menguak rahasia batin lewat orang-orang yang berwawasan luas dapat mengilhami saya tuk menjalani kehidupan ini.

Adapu tokoh fenomenal yang menjadibuah bibir saat ini adalah syeh siti jenar, siapakah dia, dari mana asalnya, untuk apa ia di bicarakan? Terlepas masalah sesat, syirik ataupun bit’ah, akan tetapi kenyataan pada komunitas masyarakat tertentu menyakini adanya ajaran yang perlu di pertimbangkan dan menjadi acuan.

Meskipun syeh siti jenar dan ajaran nya tidaklah asing bagi pengagum tasawuf: yang gak jauh beda dengan teori Wahdatal-wujud dari ibn ‘arobi, al- ghozali, al- halaj, jalaluddin rumi, tetapi syeh siti jenar lebih di kenal masarakat jawa, dari pada penulis-penulis terdahulu.

Besar harapan saya untuk mendapatkan pembenaran pada tulisan saya ini, karna minimnya akal pikir saya tuk mencerna ilmu tasawuf, ataupun kurangnya literature yang mendukung keilmuan saya. Kiranya Allah membimbing saya untuk menemukan kebenaran-kebenaran untuk ditindak lanjuti, ataupun menemukan kesalahan-kesalahan untuk tidak kita ulangi lagi.

Wassalamu’alikum wr.wb.


Syeh siti jenar

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat jawa yang sampai pula pada sentuhan seni, baik tradisional maupun modern. ( ketoprak, ludruk, dan audio visual film ataupun sinema elektronik). Dan pada pementasan lakon-lakon kisah seputar mitologi syeh siti jenar yang mesti berhubungan dengan tokoh fenomenal sunan kali jogo, mendapatkan rating tinggi dalam jumlah penonton.

Setiap pementasan lakon syeh siti jenar tidak di temukan kisah masa anak-anak sang tokoh, ia muncul bagai bayi raksasa yang langsung besar, dan bertemu dalam satu perahu dengan sunan kali jogo yang sedang mendapat wejangan dari sunan mbonang, dan tidak ada kejelasan dari mana asalnya akan tetapi langsung ada dalam perahu. Al hasil menjadikan pertanyaan besar siapa sesungguhnya sang syeh siti jenar, dari mana asalnya, apa tujuan nya dalam perahu?, karna tidak ada rujukan, yang jelas yang behubungan perkenalan antara sunan kali jogo ataupun hubungan guru dan murid dengan sunan mbonang. Tetapi mengapa dalam hal wejangan ada kemunculan syeh siti jenar? Dan jawaban yang impel muncul syeh siti jenar adalah cacing yang mendengar sebuah wejangan tentang makna kehidupan jadilah manusia, alsan klise muncul dengan dasar kun fa yakun maka jadilah , akan tetapi dalam perjalanan perkembangan islam di tanah jawa, memunculkan beberapa tokoh pengembanng yang melegenda bahkan hampir seperti pahlawan islam dalam awal, tiadak di ketemukan nama syeh siti jenar dalam daftar tokoh pengembang islam di era awal. Wallohu a’lam bi sowaf.

Syeh siti jenar

Penulis yang banyak mengangkat seputar syeh siti jenar adalah abd munir mulkan. Dalam bikunya yang bertajuk tentang syeh siti jenar dan jalan kematian, abd munir mukan tidak mengangkat masalah historis, tetapi lebih menekankan pada latar belakang budayadsan konflik agama pada masa pemerintahan sultan hadi wijaya, dan kejatuhan kerajaan Demak Bintoro.

Mas karebet lahir di tengah konflik agama dan kerajaan islam pertama di tanah jawa, yang mana mas karebet adalah putra adipati pengging yang ber gelar kebo kenongo, pengging sendiri adalah wilayah mojo pahit yang tidak maubergabung dengan Demak bintoro, al hasil kebo kenongo di anggap sesat karna tidak mendukung kerajaan Demak bintoro yang ber landaskan Negara islam. Dan kebo kenongo di angap menodai agama karna mengikuti ajarat sesat syeh siti jenar maka kebo kenongo di hukum pancung. Anak dari kebo kenongo inilah yang kelak memimpin kerajaan islam di daerah pajang dan menjadi kesultanan jogja hadi ningrat.

Ajaran syeh siti jenar dalam tulisan abd munir mulkan berkonotasi pada pokok pikiran wahdat al wujud, yang banyak sudah karya-karya besar seperti ibn ‘arobi, al kunawi, imam ghozali, rumi, al halaj, tetapi pokok kesesatan syeh siti janar di presepsikan bak al halaj yang dengan terpaksa di pancung oleh sang penguasa, dengan alasan penodaan agama, akan tetapi itu sebuah politik atau atau memang adanya penodaan agama, memngingat selain al halaj banyak tokoh yang orientasi pandangan beragamanya bermadzhab tasawuf, bahkan she siti jenar yang sempat di juluki al halaj of java juga mengalami kondisi yang sama, bahkan di tanah jawa ada tokoh fenomenal yang jauh punya pengaruh besar pada perkembangan islam di tanah jawa yaitu sunan kali jogo. Akan tetapi sunan kali jogo tidak mendapatkan posisi sesat padahal dari semua mitos yang ada antara sunan kali jogo dan syeh siti jenar adalah satu guru satu wejangan murit dari sunan mbonang.Ada beberapa pendapat tentang asal usul syeh siti jenar : ada yang berpandangan bahwa syeh siti jenar berasal dari Cirebon, adapula yang mengatakan dari jawa timur.

Syeh siti jenar dan asal usul:

syeh siti jenar, syeh lemah bang, lemah abang, syeh sitibrit, siti abrit, ada yang mengatakan dari Cirebon, ia adalah ptra seorang pendeta, ayahnya bernama resi bungsu nama asli dari syeh siti jenar adalah Ali hasan atau Abdul jalil, karna kesalahan ali hasan maka resi bungsu menyihir anaknya menjadi seokor cacing dan di buang ke sungai, dan ketika sunan mbonang mengajar ilmu kepada sunan kali jogo dalam perahu dan ternyata perahunya bocor sehingga sunan mbonang menyuruh sunan kali jogo untuk menambalnya dengan tanah yang di ambil dari sungai, tanpa sengaja ada seekok cacing yang terbawa dan cacing itu tak lain adalah jilmaan dari abdul alil sehingga ketika wejangan di sampaikan maka ccing itu berubah jadi manusia,

akan tetapi ada pula yang beranggapan bahwa syeh siti jenar adalah pertapa sak ti yang di larang oleh sunan giri untuk mengikuti pelajaran ilmu ghoib yang di ajarkan sunan mbinang maka menjilma ia menjadi seekor cacing, maka ia selanjutnya mengajarkan ilmu sesat.

Akan tetapi dalam daftar para wali atau pengembang isalam juga sering di sebut wali songo ada beberapa fersi menurut tahun dan kematian sang wali akan tetapi nama syeh siti jenar tidak termasuk didalam pengembang agama islam baik itu bermadzhab secara sari’ah atau tasawuf.

Sebenarnya jati diri dan asal usul syekh siti jenar sampai sekarang masih belum jelas,belum ada sumber yang di anggap sokhih di dalam beberapa publikasi,nama syekh siti jenar kadang-kadang disebut syekh siti brit atau selmah abang dalam bahasa arab/jawa jenar berarti kuning,sedang merah asmar, tidak jelas mengap tokoh ini dikonotasikan dengan warna merah dan disisi lain dikonotasikan dengan warna kuning, yang jelas merah tidak sama dengan kuning didalam ilmu filsafat terkesan perbedaannya cukup jauh. Memang pemilihan ketiga nama itu disesuaikan dengan sukon-wukon yang harus di ikuti dalam menulis tembang tertentu.akan tetapi adanya perubahan nama dari jenar ke brit atau abang perlu di telaah tersendiri.

Di antra penulis syekh siti jenar,rahim syah (1997:211-12) menulis asal usul syekh siti jenar dengan tegas namun sayang rahim syah tidak pernah mencntumkan pusaka dalam bukunya dan bnyak sependapat dengan karya-karya sosro wijoyo. Menurut rahim syah syekh siti jenar juga bernama syekh abdul jalil atau syekh jabalanta anak dari syekh datuk soleh. Nenek moyang syekh siti jenar adalah syekh abdul malik yang menikah dengan anak penguasa setempat,lalu diberi nama asamatkhan.Dari perkwinan itu syekh abdul malik mempunyai beberapa anak,diantarnya bernama Abdullah,khanuddin atau maulan Abdullah.

Selanjutnya maulan Abdullah mempunyai beberapa anak dan diantranya adalah ahmad syh jalaludin (zainal abiding alkabir dan sekh kadir khaelani).Setelah dewasa,ahmad syah pindah kekamboja.Syekh kadir al kaelani mempunyai anak syekh maulana isa atau lebih dikenal syekh datuk isa bermukim di malaka.Datuk isa mempunyai 2 orang anak syekh datuk ahmad dan datuk soleh.

Abdul munir mulkan (1999:3-4 ) mengatakn bahwa syekh siti jenar berasal dari Cirebon. Ayahnya seorang raja pendeta bernama resi bungsu. Nama asli dari syekh siti jenar adalah ali hasan alias syekh abdul jalil. Suatu ketika ayah syekh siti jenar marah lalu anaknya disihir menjadi cacing dan di buang ke sungai. Pada waktu sunan bonang sedang mengajar”ilmu luhur” diatas perahu kepada murid2nya,termasuk sunan kali jogo, perahu yang ditumpanginya bocor lalu di tambal dengan tanah. Ternyata di tanah yang di pakai menambal perahu ada cacing jelmaan syekh siti jenar tersebut. Karena sunan bonang tahu ada orang yang menguping maka cacing tersebut di ubah menjadi manusia kembali dan diberi nama syekh siti jenar. Akan tetapi dalam buku yang sama halaman yang lain ceritanya berbeda lagi di halaman 62-63 disebutkan bahwa perahu tidak bocor lagi wejangan sauna bonang di lanjutkan kembali. Karena kecerdasannya syekh siti jenar mampu menyerap ajaran tersebut. Namun karena tidak lengkap atau karena tidak mendapat perkenan dari gurunya maka syekh siti jenar menjadi sombong dan menyebarkan ajaran sesat. Syekh siti jenar menyebarkan ajaran agama islam berdasarkan hawa nafsu,atau pandangannya sendiri.Bahkan syekh siti jenar menganggap dirinya sebagai allah, memandang serta kesadaran manusia sebagai tuhan itu sendiri. Menurut syekh siti jenar,sifat allah yang 20 terkosentrasi melekat dalam diri manusia yang dapat bersifat kekal dalam kodrat dan irodat.inilah syekh sitinya yang dinamakan ilmu sejati (abdul munir mulkhan 1999: 62-63).

Widji saksono (1995:49-50) mengatakn syekh siti jenar merupakan ketrunan nabi Muhammad saw melalui jalur siti Fatimah,imam khusen,said zainal abiding,muhammad bakir,datuk isak tuwu yang tinggal di malaka,syekh datuk soleh,syekh lemah abang. Rinkes menganggap bahwa informasi ini merupakan suatu yang memberikan dan amat ganjil. Rinkes justru lebih tertarik pada karya raden ngabei ronggo warsito yang di kutip dari GAJ HAZEU yang menganggap syekh siti jenar anak sunan gunung jati yang berminat besar mengkaji berbagai ilmu islam terutama mistik. Syekh siti jenar berguru pada sunan ampel,dank arena sibuknya mencari ilmu hingga tidak sempat menikah. Setelah berguru pada sunan ampel syekh siti jenar lalu menetap di siti jenar,daerah kediri,semetara itu dr.hkraemer menamakan syekh siti jenar sebagai al hallaj jawa,yang menurut para wali kesalahanya bukan langsung terletak pada ajarannya an sich,melahirkan pada kenyataan bahwa syekh siti jenar “miyak wirono”,yang membuka rahasia ketuhanan yang hanya boleh di sampaikan pada orang-orang khawwas.

Pendapat semacam itu memang dinyakini oleh banyak tokoh dan penulis, padahal sebenarnya ajaran islam yng benar boleh di ajarkan pada siapapun,kapanpun,dimanapun. Uka condro sasmito(2000:34) termauk yang mempunyai pendapat bahwa murid yang dianggap mampu menerima pelajaran di beri ajaran ilmu tasawuf diterangkan bahwa tasawuf merupakan salah satu faktor yang penting perannya dalam perkembangan islam di Indonesia,sejak abad ke 15 sampai 18 masehi tokoh tasawuf di Sumatra adalah hamsah fansuri dan samsudin fase, sedang tokoh taawuf di jawa adlah syekh siti jenar faham wujudiyah dari hamsah samsuri dan samsudin fase di tentang oleh nurrudi aranniri dan abdul ra’uf singkel,sedang di jawa sunan boning dan sunan giri mengembangkan ajaran wahdatul wujud.

Di dalam syekh siti jenar karya ci panji noto broto di sebutkan syekh siti jenar keturunan elit hindu budha (Cirebon). Asal usul syekh siti jenar ini ada pula yang mengakaitkan bahwa orang tua syekh siti jenar penguasa di daerah jabar yang sedang runtuh karena perkembangan islam. Kalau di ringkas dari pendapat rahim syah,silsilah syekh siti jenar dari syekh abdul malik adlah sbagai berikut.

1. Syekh abdul malik atau asamat khan yang mempunyai 2 anak yaitu Abdullah khanuddin dan maulana abdulah

2. Maulana Abdullah,punya anak bernama:

3. Syekh khadir kaelani,punya nak bernama:

4. Syekh datuk isa,punya anak bernama:

5. Syekh datuk sholeh,punya anak bernama:

6. Syekh jabaranta,atau syekh abdul jalil atau syekh siti jenar

Menurut rahimsyah (1997),ketika memasuki usia remaja,jabaranta pergi ke Persia dan tinggal bberapa lam di bagdad ketika tinggal di Persia dan bagdad berguru agama islam kepaad ulama siah. Dari bagdad dia pergi ke Gujarat menikah disan dan mempunyai beberapa anak diantaranya ki datuk pardun atau datuk bardud, dari Gujarat diya kembali ke kampung halamannya yaitu malaka, lalu kembali ke bagdad dan kemudian pindah ke jawa dwipa sampai akhir hayatnya.di pulau jawa syekh jabaranta di kenal dengan nama syekh siti jenar. Jadi syekh jabaranta membawa faham siah,waktu itu di jawa agama islam berkembang dengan pesatnya yang berfaham sunyi. Dari semua penulis nampaknya membiarkan kesimpangsiuran referensi tentang asal usul syekh siti jenar hingga menjadi misteri sampai saat ini.

Sekh siti jenar di jawa

Rahimsyah (1997:212) menyamp[aikan bahwa pertrama kali syekh jabaranta di tanah jawa berada di amparan jati (gunung jati) daerah Cirebon, tetapi tak menyertakan tahun kedatangan di amparan jati Cirebon. Kedatangan sekh jabaranta ke amparan jati di karnakan syekh datuk kahfi telah datang terlebih dahulu ke Cirebon th 1462 M, sehingga islam ditanah amparan jati (gunung jati) banyak di pengaruhi sekh jabaranta atau sebaliknya dipengaruhi oleh syekh datuk kahfi, mingingat kedatangan syekh datuk kahfi pada th 1462 juga di ragukan maka kemungkinan 50 th sebelum kedatangan syekh jabaranta , dan shekh jabaranta sendiri sudah menikah kemungkinan datang sudah berumur 25-30 tahun seusia sunan kalijogo. Dan menurut perhitungan, kemungkinan tahun 1442M syekh jabaranta masuk ke amparan jati.

Karna syekh jabaranta berada di amparan jati sewilayah dengan syekh datuk kahfi (guru dari rara santang dan pangeran walang sungsang) hal ini dapat di duga bahwa syekh jabaranta ada hubungan kekerabatan dengan syekh datuk kahfi. Dua tokoh yamg berbeda faham ini tidak menyertakan perbedaan faham di masa perkembangan islam di tanah jawa di mana syekh jabaranta berfaham syi’ah sementara syekh datuk kahfi berfaham suni, akan tetapi tak ada seorang penulispun yang menulis persimpangan antara syekh jabaranta dengan syekh datuk kahfi.

Setelah lama berada di amparan jati , lalu syeh jabaranta pindah ke carbon girang lalu pindah ke pengging jawa tengah. Dan di pengging mempunyai banyak murid : di antaranya ki kebo kenongo (adipati pengging), setelah mempunya banyak murit di pengging kemudian syekh jabaranta kembali ke carbon girang, di carbon girang muridnya berdatangan dari penjuru jawa dan Sumatra, dan mempunyai pengaruh besar pada masyarakat jawa dan Sumatra, mengingat cukup banyak murid kemudian syekh jabaranta memerintahkan adi pati pengging dan pangeran carbon mendirikan Negara sendiri yang terbebas dari pengaruh demak bintoro, meskipun tidak berhasil akan tetapi pengaruhya semakin kuat bahkan umat islam yang bermadzhab syafi’I pun banyak yang berpindah pada faham syia’ah syekh jabaranta /syekh siti jenar.

Sepeninggal syekh datuk kahfi pangeran carbon mengutus pangeran panjunan untuk mengantikan syekh datuk kahfi sebagai guru dan tokoh muslim di amparan jati, tetapi pangeran panjunan tidak mendapatkan murid sama sekali, di sebabkan masyarakat lebih memilih berguru kepada syrif hidayatullah dan syekh lemah abang, bahkan banyak pembesar kerajaan yang menjadi murid dari syekh lemah abang. Dan kondisi inilah yang membuat risau hati sunan carbon, akan tetapi keadan berubah setelah adipati pengging (ki kebo kenongo) di hukum mati oleh penguasa demak bintoro. Mengingat kondisi di jawa tidak aman maka murit-murid syeh lemah abang banyak yang pergi ke Cirebon mendekati gurunya.

Mendengar pengikut ki ageng pengging banyak yang pergi ke Cirebon maka raden fatah mengutus senopati sunan kudus untuk menyerang Cirebon dengan bala tentara 7000 pasukan. Untuk menyerang Cirebon sunan kudus bekerja sama dengan pangeran carbon, maka di panggilah murit-murit syekh lemah abang ke istana carbon, Cirebon di kepung dan di serang pasukan demak di pimpin sunan kudus yang di bantu bala tentara carbon.(rahimsyah: 1997:213)

Karna para murid tidak ada di tempat maka dengan mudah syekh lemah abang di tangkap dan di bawa ke masjid agung sang ciptoroso, milik sunan gunung jati.dan dimasjid itu syekh lemah abang di hakimi oleh dewan wali. Bertindak sebagai jaksa sunan giri dan sunan kudus, sementara sunan gunung jati sebagai hakim. Dan syekh lemah abang/ syekh siti jenar di ikat di halaman masjid dan di pancung oleh sunan kudus, jenazahnya di makamkan di desa kemlaten. Karna putusan hukuman mati itulah sehingga pengikut syekh siti jenar banyak yang berpindah pada sunan gunung jati.

Akan tetapi mantan murid-murid syeh siti jenar banyak yang berkunjung ke makam mantan gurunya itu sehingga secara diam-diam sunan gunung jati memerintahkan menggali makam syekh siti jenar dan diganti dengaen seekor kuda hitam sementara jenazahnya di pindah ke built amparan jati. Dan ketika murid-murid syekh siti jenar meminbta jenazah gurunya untuk di pindah ke pengging maka di dapati jenazah gurunya telah berubah menjadi mayat kuda hitam. Maka sejak saat itu sunan gunung jati melarang murit-murid syekh siti jenar memuja makam gurunya yang ternyata hanya bangkai kuda hitam.

Sayang berita ini tidak di dukung olek sumber yang jelas tahun yang jelas hanya di sitir dari sumber yang sefaham dengan syekh siti jenar.

Shyekh siti jenar dalm kropak ferrara(misteri syekh siti jenar prf.dr. hasanu simon)

Dokumen kropak ferara di kutip oleh drewes pada tahun 1976, yang menukil tentang perdepatan para wali tentang ma’rifat, kemudian di Indonesia baru menerbitkan tahun 2002. sebelum itu yang dijadikan bahan referensi adalah kitab wali sana yang di anggap karya sunan giri II .

Jika dihitung dari masa sunan giri I, berarti masa hidup sunan giri II antara th1450-1520 M.

Berdasarkan tahun di atas kemungkinan serat wali sana di tulis antra abat 15 akhir atau abat 16 akhir, namun penulisan kropak serat wali sana belum akurat apakah benar di tulis oleh sunan giri II dan apakah masih orsinil, karna perubahan-perubahan itu lazim di lakukan oleh para penggubah primbon ataupun babat, yang keduanya merupakan sumber dalam penulisan sejarah jawa.

Dalam kropak ferrara di sebut bahwa syekh siti jenar anggota wali songo yang di pimpin sunan Giri I, dan masalah riwayat hidupnya tidak ada penjelasan sama sekali apalagi berita tentang eksekusi yang di jatuhkan kepadanya tidak tertulis. Dalam kropak ferrara hanya menyebut pendapat syekh siti jenar yang nyleneh, tetapi maulana maghribi mengingatkan jika pendapat itu dapat mengakibatkan syekh siti jenar dapat di hukum mati, (persis kisah al halaj yang di ingatkan oleh syekh juned al-bagdati guru syekh abd qodir jailani), akan tetapi berita tentang syekh siti jenar masih simpang siur.

Syekh siti jenar dalam kitab wali sana dan Notoratan.

Setelah kitab wali sana , nama syekh siti jenar muncul di setiap babat yang membicarakan tentang tanah jawa pada abat 15-20, dan hampir emua isinya nyaris sama dalam setiap babat, kisah syekh siti jenar dalam kitab wali sana atupun babat demak isinya relative singkat. Tetapi ada penulisan yang agak rinci adalah karya dari Raden Sosro Wardoyo dengan judul”Ajaran syekh siti jenar”akan tetapi tidak di dukung dengan tahun penerbitan.

Senada dengan Raden Sosro wardoyo dalam tulisan nya dan namanya adalah Sosro Wijoyo yang merupakan nama lain dari Raden Panji Notoroto, yang pernah menjabat sebagai panewu ngijon (kepala distrik) pengairan masa pemerintahan mataram islam antara th 1850-1860. Raden panji notoroto hidup antara tahun 1820-1890. Kemudian ia mendirikan perguruan kebatinan di Surakarta dan banyak memounyai murid, dan lebih di kenal dengan nama notoratan, murid kesayangannya adalah ki Patmosusastro, Ki Padmo susastro mempunyai murid Raden Wignyoharjo yang terkenal dalam kesusastraan jawa, dan Raden Martodarsono yang pernahmenjadi pimpinan majalah Ari Werti Jawi Kondo, dua tokih inilah yang banyak mengabarkan tentang ajaran Raden Panji Notoroto dan serat syekh siti jenar. Di samping itu ada seorang murid dari dlanggu yang menjadi penganut berat ajaran Raden Panji Notoroto yang banyak memberikan keterangan tentang ajaran syekh siti jenar keoada Broto kesowo. Ia berasal dari kalngan bawah tak punya pekerjaan tetap dan keluarganyapun tidak punya pekerjaan tetap sehingga kehidupannya memprihgatinkan. Sekitar decade 1920 orang tersebut mendirikan perkumpulan yang diberi nama syarekat abangan, mengajarkan faham itu di daerah gondolayu Jogjakarta. Disitulah broto kesowo banyak bertemu, sejak perkenalannya di dlanggu beberapa tahun sebelumnya. Karna Raden panji Notoroto juga pernah berguru ilmu toriqot naqsyabandiyah maka brotokesowo lebih memilih jalur toriqot dari pada ilmu sejati.

Menurut Brotokesowo mentor ajaran notoratan ternyata lebih banyak berbicara masalah politik daripada kebatinan, itulah yang menyebabkan Broto kesowo tidak tertarik pada ajaran notoratan. Karna pemahaman poitiknya maka sang mentor oleh pemerintak colonial belanda dianggap berbahaya kemudian ditangkapdan di buang ke digul. Ketika melakukan tirakat kungkum sang mentor dimakan buaya. Dari sinilah nama syekh siti jenar melejit lewat lewat tulisan dan ajaran notoratan, Ki patmosusastro, Raden martodarsono. Lewat serat siti njenar.

Dan masalah cerita syekh siti jenar lewat karya lain akan saya sampaikan berikutnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

7 komentar:

SABDA LANGIT mengatakan...

cek. .

alif gaul mengatakan...

dewi: dari semua itu aku dapatkan kejanggalan adanya manusia yang ada karna cacing,dan tahun eksekusi tak pernah aku dapatkan,tentang tempat masih rancu....

Anonim mengatakan...

hgfdghjkl;lkjhgfd

dewi mengatakan...

;lkjhgfdsjkl

dewi mengatakan...

munkin benar klo g semua orang bs menyerap pemahaman tetang tasawuf krn g semua orang paham,jd mungkin g perlu d ajarkan k semua orang krn bg mereka ketidak pahaman itu bs jd sesat,tp klo itu suatu kebenaran pasti ia akan mencari dr mn sumbernya terlepas itu disesatkan atau tdk..

sitijenar berarti satu dgn sunan kalijaga dong...

SABDA LANGIT mengatakan...

memang dalam penelitianku, dua tokoh besar; yaitu sunan giri dan sunan mbonang bermadzhaf tasyawuf yang nota benenya. banyak mendapat inspirasi dari
perjalanan rukhaninya ibn'arobi,tentang wahdatul wujud, dan dua tokoh itu mengajarkan kepada sunan kalijoga yang dianggap mampu dan dia pulalah yang asli orang jawa,yang sebelumnya sudah tidak asing dengan faham heterogen, bermacam2 faham.. dan tak di temukan tokoh lain dalam kepatutan ilmu tasawuf bahkan syekh sitijenar tak pernah ada di pusaran dewan wali... lalu siapakah diaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

dewi mengatakan...

sunan kalijogo....?

Poskan Komentar